Buku : Akuntansi Dasar Mawaris

Buku : Akuntansi Dasar Mawaris

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin al-Ash R.A., beliau berkata bahwa Nabi saw. bersabda,...

Hadis Nabi Menurut Perspektif Muhammad Al-Gazali dan Yusuf Al-Qarawi

Hadis Nabi Menurut Perspektif Muhammad Al-Gazali dan Yusuf Al-Qarawi

Gagasan Islam normatif hampir seluruhnya disandarkan pada dua sumber utama: Al-Qur’an dan Sunnah...

  • Buku : Akuntansi Dasar Mawaris

    Buku : Akuntansi Dasar Mawaris

    Thursday, 11 April 2013 07:01
  • Kontekstualisasi Ijtihad dengan pisau Maqasid dan Realitas

    Kontekstualisasi Ijtihad dengan pisau Maqasid dan Realitas

    Thursday, 11 April 2013 09:11
  • ISLAM MODERAT :  REFLEKSI PENGAMALAN AJARAN TASAWUF

    ISLAM MODERAT : REFLEKSI PENGAMALAN AJARAN TASAWUF

    Thursday, 11 April 2013 09:16
  • Konstruksi Islam Moderat

    Konstruksi Islam Moderat

    Friday, 12 April 2013 13:17
  • Hadis Nabi Menurut Perspektif Muhammad Al-Gazali dan Yusuf Al-Qarawi

    Hadis Nabi Menurut Perspektif Muhammad Al-Gazali dan Yusuf Al-Qarawi

    Friday, 12 April 2013 19:50

icattindonesia

Font Size

SCREEN

Layout

Menu Style

Cpanel

Mukjizat Pengobatan Herbal Dalam Al-Qur'an

KHASIAT BUAH TIN DAN ZAITUN DALAM AL-QUR'AN

Tema ini diambil dari nama surah ke-095 dari al-Qur'an, yang juga merupakan ayat pertama dari surah tersebut, yaitu tentang buah tin dan buah zaitun. Allah SWT bersumpah demi tin dan zaitun karena kemulian dan keagungan kedua buah surgawi itu, seperti yang akan diuraikan dalam tulisan sederhana ini,  yang disadur dari buku ke-2 penulis: "Mukjizat Pengobatan Herbal dalam al-Quran", sebagai berikut:

        PERTAMA: BUAH TIN

Untuk mengungkap rahasia sumpah Allah tentang buah surgawi yang penuh berkah ini, author akan memulai kajian dari beberapa hal pokok seperti dibawah ini:

Menjelaskan fakta sains buah tin dari jenis (Carica Ficus), yaitu jenis buah yang dimaksudkan ayat sumpah pada surah at-Tin diatas, menurut pakar tafsir kontemporer. Di Maroko dan negara-negara Afrika Utara lainnya, buah ini dikenal dengan sebutkan “karmouss” dan karena keberadaanya yang banyak tersebar di pesisir Laut Tengah, maka buah ini banyak sekali disebutkan dalam literatur-literatur sejarah kuno dan sebagaimana juga disebutkan pada kitab-kitab samawi.

Buah ini dikenal luas semenjak dahulu kala dengan mamfaat dan kegunaannya yang banyak untuk kepentingan medis bagi manusia. Sebagaimana fakta sains modern menjelaskan bahwa cairan tin yang dicampurkan pada banyak ramuan-ramuan medical memiliki kemanjuran tinggi. Oleh karena itu nabi Muhammad SAW mengomentari buah ini dalam salah satu Sabda-Nya: “Jika Aku mengatakan ada buah yang turun dari langit, maka buah inilah (menunjukkan buah tin)….”

Add a comment (0)

Read more: Mukjizat Pengobatan Herbal Dalam Al-Qur'an

Asrama Sejuta Kenangan


Prof. Ollenk Opo: ini novel yg dipaksakan....pengarangx tdk boleh lagi berkarya seperti ini. lebih baik diam.... Ada2 saja si Kautsar, eh Firdaus... Klu saya, siap2 galau baca karyaini, terlalu tebal utk ukuran karya perdana, 600-an hal. Tapi, usahakan baca, dan cari...anda diinisialkan dg nama apa dlm pengalamanx Daus ini. Saya baru baca 30@n hal. Saya baru tahu, klu Daus terxta pux sisi lain yg tdk pernah dia tampakkan di Kairo. Mabruk... yg belum kebagian, tunggu cetakan keduax, atau tunggu karya keduax.

Add a comment (0)

MENGUAK PEMIKIRAN IBNU ASYŪR DALAM AL-TAHRĪR WA AL-TANWĪR

Dalam catatan sejarah, wacana tafsir al-Qur’an mulai bergairah kembali setelah seruan Muhammad Abduh (850-1905) untuk menjadikan tafsir sebagai sarana memahami al-Qur'an dalam kedudukannya sebagai sumber ajaran agama yang membimbing manusia kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Menurutnya, tafsir harus efisien dan mengemban peran utamanya untuk menjadikan al-Qur'an semakin dekat kepada umat Islam.

Kitab-kitab Tafsir pra-Abduh lebih berorientasi kepada pengayaan wawasan pembacanya, dengan dipenuhi oleh pembahasan-pembahasan yang sangat panjang pada persoalan gramatikal, fikih, qirā’at, dan pembahasan kisah yang pada akhirnya menjauhkan pada aspek hidayah  al-Qur’an.

Seruan Muhammad ‘Abduh ini mendapat sambutan hangat utamanya di Mesir. Bila sebelumnya jarang sekali orang Mesir yang masyhur sebagai mufassir, maka setelah Muhammad ‘Abduh, para mufassir yang mendominasi kajian dan penafsiran al-Qur'an adalah berasal dari Mesir. J.J.G. Jansen sempat mencatat 15 mufassir Mesir yang menyelesaikan penafsiran al-Qur’an secara lengkap. Selain itu, ia juga menyebutkan beberapa penafsir yang menulis tafsir tidak secara lengkap, melainkan hanya satu atau sekelompok surah saja, seperti ‘Aisyah ‘Abd al-Rahman binti al-Syāi’ dan Mamūd Syaltūt.

Mesir pasca ‘Abduh menjadi pusat kajian dan penafsiran al-Qur'an. Penafsiran menjadi luwes dan dinamis, tidak kaku dan monoton pada satu corak penafsiran. Kenyataan ini membuat wacana Tafsir pada masa ini adalah Mesir-sentris.

Add a comment (0)

Read more: MENGUAK PEMIKIRAN IBNU ASYŪR DALAM AL-TAHRĪR WA AL-TANWĪR

You are here: Home Publikasi ICATT Buku ICATT